Selamat Datang di Situs Web Kementerian Luar Negeri Jerman

Penguatan hubungan UE-Asia: UE dan ASEAN memasuki hubungan Kemitraan Strategis 

Menteri Luar Negeri Jerman Maas dalam pertemuan tahunan Menteri Luar Negeri Uni Eropa dan ASEAN (konferensi Video)

Menteri Luar Negeri Jerman Maas dalam pertemuan tahunan Menteri Luar Negeri Uni Eropa dan ASEAN (konferensi Video), © Felix Zahn/photothek.net

01.12.2020 - Artikel

Dua kawasan dunia menuju langkah penting dalam hubungan bilateralnya: Uni Eropa (UE) dan ASEAN, organisasi terpenting di kawasan Indo-Pasifik, akan menjadi mitra strategis. Dengan ini, salah satu tujuan dari Jerman selama menjabat Kepresidenan Dewan UE akan tercapai.

Dalam pertemuan tahunan Menteri Luar Negeri UE dan negara-negara ASEAN pada tanggal 1 Desember 2020, negara-negara tersebut memutuskan untuk meningkatkan hubungan antara kedua organisasi kawasan ini dengan cara menjalin kemitraaan strategis. Ini adalah sinyal dukungan yang jelas untuk multilateralisme bagi Eropa dan Asia Tenggara. Dengan ini maka 37 negara dan 1,1 miliar penduduknya akan terhubung lebih erat dengan satu sama lain. UE dan ASEAN mencakup 23% PDB dunia. Dengan kemitraan strategis, maka salah satu tujuan utama Jerman sebagai Presiden Dewan UE akan tercapai- selain itu kemitraan ini akan menjadi tonggak sejarah dalam penerapan pedoman kebijakan Jerman untuk Indo-Pasifik, dengan penekanan sebagai berikut dari Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas:


“Kemitraan strategis ini merupakan tanda bagi keyakinan kita bersama terhadap multilateralisme. Tidak ada negara yang dapat dipaksa untuk memilih antara dua kubu. Dengan kemitraan ini, kita bersama-sama mewakili kepentingan dari UE dan ASEAN.

Kemitraan strategis ini menunjukkan keinginan yang sangat kuat dari Uni Eropa untuk menguatkan hubungan dengan ASEAN dan negara-negara anggotanya secara komprehensif. Hal ini berarti meningkatkan pertukaran di setiap tingkatan, dari masyarakat sipil hingga kepala pemerintahan.”

Selain 37 Menteri Luar Negeri dari UE dan ASEAN, turut serta dalam pertemuan virtual ini Perwakilan Tinggi UE dan Sekretaris Jenderal ASEAN. Tema-tema penting dalam pertemuan ini adalah upaya bersama mengatasi pandemi Covid-19, penguatan multilateralisme, tanggung jawab bersama atas ketertiban umum, komitmen bersama terhadap perlindungan iklim dan lingkungan, dan kepentingan bersama atas perdagangan bebas secara tertib.

Kerja sama selama setengah abad

ASEAN dan UE adalah mitra alami sebagai organisasi wilayah yang memiliki banyak kepentingan dan prinsip bersama. Hubungan UE-ASEAN berdiri untuk komitmen bersama terhadap multilateralisme, perdagangan bebas, dan ketertiban umum, juga untuk perlindungan iklim. UE dan ASEAN menjalin kerja sama hampir selama 50 tahun, yang sekarang akan mencapai dimensi strategis yang baru. ASEAN merupakan wilayah yang dinamis dengan demografi penduduk muda, sekaligus mitra perdagangan penting bagi UE. UE telah mencapai perjanjian perdagangan bebas pada tahun 2019 dan 2020 dengan Singapura dan Vietnam. Hal yang menjadi tujuan bersama adalah perjanjian perdagangan bebas antara UE dan ASEAN yang akan menjadi perjanjian perdagangan bebas antar-kawasan pertama di dunia. Kawasan ASEAN secara politik dan geografis terletak pada jantung Indo-Pasifik, sebuah wilayah yang di masa depan akan menjadi pusat gravitasi global.  


Penguatan ketertiban umum internasional di Indo-Pasifik 

Kemitraan strategis merupakan langkah utama dalam penerapan pedoman kebijakan Indo-Pasifik yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Federal Jerman pada bulan September – suatu petunjuk jalan strategis yang berorientasi terhadap masa depan untuk mengarahkan kebijakan luar negeri Jerman untuk Indo-Pasifik: tujuannya adalah diversifikasi dan penguatan hubungan dalam dan dengan Kawasan tersebut, dengan ASEAN sebagai porosnya. ASEAN adalah institusi regional terkuat di Indo-Pasifik yang berdiri untuk perdamaian, keamanan dan stabilitas di Asia Tenggara dan di luar itu. Jerman bersama-sama dengan ASEAN berdiri untuk ketertiban dunia yang inklusif dan multilateral, di mana hukum internasional berlaku dan bukan hukum yang terkuat. Fokus lain dari kerja sama ini adalah menghadapi perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut, yang secara khusus berdampak besar bagi wilayah Asia Tenggara.

  

Informasi lebih lanjut:

Leitlinien der Bundesregierung zum Indo-Pazifik PDF / 7 MB

Ke awal laman