Selamat Datang di Situs Web Kementerian Luar Negeri Jerman

„Bersama untuk kebangkitan Eropa“. Jerman mengambil alih Kepresidenan Dewan Uni Eropa

Logo der deutschen Ratspräsidentschaft im 2. Halbjahr 2020

EU Ratspräsidentschaft Deutschland, © Bundesregierung

25.06.2020 - Artikel

Terhitung 1 Juli, Jerman akan mendapatkan giliran memegang kepemimpinan Dewan Uni Eropa (yang dikenal sebagai Kepresidenan Dewan Uni Eropa) selama enam bulan. Misi kami untuk UE: solider dan bersatu padu ke arah dalam, mampu bertindak dan berdaulat ke arah luar.

Terhitung 1 Juli, Jerman akan mendapatkan giliran memegang kepemimpinan Dewan Uni Eropa (yang dikenal sebagai Kepresidenan Dewan Uni Eropa) selama enam bulan. Misi kami untuk UE: solider dan bersatu padu ke arah dalam, mampu bertindak dan berdaulat ke arah luar.

Jerman akan mengambil alih kepresidenan Dewan Uni Eropa untuk ke-13 kalinya setelah terakhir menjabat pada 2007. Sepanjang kepresidenan, posisi para perwakilan dari negara Jerman akan memimpin rapat dan konferensi Dewan pada seluruh tingkatan, dengan pengecualian dalam hal hubungan luar negeri UE dan menjaga keberlangsungan pekerjaan UE di dalam Dewan. Sehubungan dengan pandemi Coronavirus, Jerman akan memberikan fokus terhadap pemulihan ekonomi dan sosial dan, secara bersamaan, menempatkan fokus UE pada tema-tema penting masa depan seperti perubahan iklim, pengungsi dan migrasi, supremasi hukum dan digitalisasi.

Bagi Menteri Luar Negeri Heiko Maas, hal ini jelas:

Pandemi Corona telah memberikan pukulan yang lebih berat bagi beberapa negara di Uni Eropa ketimbang beberapa negara lainnya, tetapi dampak ekonomi dan sosialnya telah mengenai seluruh Eropa. Jalan keluar dari krisis ini hanya dapat dicapai bersama-sama. Jerman akan menjadi motor dan moderator sepanjang Kepresidenan Dewan UE. Tugas kami nanti adalah membangun koneksi dan mencari solusi yang pada akhirnya akan bekontribusi untuk seluruh masyarakat Eropa. Sebagaimana kita di Eropa harus bersatu padu dan solider ke arah dalam, kita harus mampu bertindak dan berdaulat ke arah luar. Kita ingin tidak didikte, menjalani jalan kita sendiri, dan membentuk geopolitik kita sendiri.

Program ini dilandaskan pada pemikiran-pemikiran berikut:

  • Penyelesaian krisis Corona secara berkelanjutan
  • Satu Eropa yang lebih kuat dan lebih inovatif
  • Satu Eropa yang adil
  • Satu Eropa yang berkelanjutan
  • Satu Eropa yang aman dan sistem nilai bersama
  • Satu Eropa yang kuat di dunia


Trio-Kepresidenan dengan Portugis dan Slovenia

Negara anggota yang mempunyai kedudukan sebagai pimpinan bekerja dalam sebuah grup yang terdiri dari tiga negara anggota yang disebut sebagai Trio-Kepresidenan. Peraturan ini mulai berlaku pada tahun 2009 dengan adanya Perjanjian Lisbon. Kepemimpinan trio ini merumuskan misi jangka panjang dan menyusun sebuah program bersama dengan tema dan pertanyaan-pertanyaan terpenting yang akan dibahas oleh Dewan EU selama delapan belas bulan masa jabatannya. Berdasarkan program ini, setiap negara dalam trio menyusun program lebih detail untuk masa jabatannya masing-masing selama enam bulan. Jerman memulai Trio-Kepresidenan baru pada 2021, pertama-tama bersama Portugis dan kemudian Slovenia.  

Tugas Kepresidenan

Presiden Dewan bertanggung jawab untuk memajukan proses deliberasi Dewan terhadap peraturan perundangan UE dan menjamin kontinuitas Agenda EU, juga menjaga keteraturan proses penyusunan undang-undang dan kerja sama antarnegara anggota. Selain itu, Presiden juga harus menjadi penengah yang jujur dan netral.

Pada dasarnya, Presiden memiliki dua buah tugas:

  1. Merencanakan dan memimpin rapat Dewan dan badan-badan persiapan terkait

Presiden memimpin rapat dari berbagai formasi dewan (dengan pengecualian Dewan Urusan Luar Negeri) dan badan-badan persiapan terkait dari Dewan, termasuk komite tetap seperti Komite Perwakilan Tetap (Coreper), kelompok kerja dan komite bidang.

Presiden menjaga agar konsultasi berjalan dengan lancar dan peraturan dan metode kerja Dewan diterapkan dengan sesuai, juga menyelenggarakan berbagai pertemuan, baik secara formal maupun tidak formal, di Brussel maupun negaranya sendiri.

  1. Mewakili Dewan dalam berbagai lembaga UE lain

Presiden mewakili Dewan dalam pertemuan dengan lembaga UE lainnya, terutama Komisi dan Parlemen Eropa. Tugasnya adalah untuk membantu mencapai kesepakatan terhadap rancangan undang-undang, melalui trialog, negosiasi informal, dan pertemuan Komite Konsiliasi.

Presiden memenuhi tugasnya dalam koordinasi erat dengan:

  • Presiden Dewan Eropa
  • Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan

mendukung pekerjaan kedua pihak di atas dan terkadang dapat membantu mengerjakan tugas-tugas tertentu atas nama Perwakilan Tinggi, sebagai contoh mewakili Dewan Urusan Luar Negeri di hadapan Parlemen Eropa atau memimpin rapat Dewan Urusan Luar Negeri yang membahas isu kebijakan perdagangan bersama.


Laman situs resmi mengenai Kepresidenan Jerman di Dewan Uni Eropa (hanya dalam bahasa Jerman dan Inggris)

Ke awal laman