Willkommen auf den Seiten des Auswärtigen Amts

Hubungan Bilateral

05.12.2017 - Artikel

Di pusat hubungan bilateral, yang selain konsultasi politik juga mencakup dukungan yang diharapkan pihak Indonesia terhadap perundingan perdagangan bebas dengan Uni Eropa yang cepat, terdapat pengembangan hubungan bilateral di bidang ekonomi, dukungan Jerman dalam reformasi pendidikan kejuruan di Indonesia, serta pengeratan kerja sama dalam tema Agenda Maritim. Pembahasan secara berkala dilakukan terhadap isu-isu global seperti perlindungan iklim, strategi pembangunan berkelanjutan dan kerja sama dalam kerangka G-20. Sebagai anggota terbesar dalam perhimpunan masing-masing, yaitu Uni Eropa dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), terdapat banyak titik penghubung politik wilayah antara Jerman dan Indonesia

Hubungan politik Jerman-Indonesia tumbuh semakin intensif dalam beberapa tahun terakhir ini. Presiden Jerman Wulff melakukan kunjungan kenegaraan pada 30 November sampai dengan 2 Desember 2011. Kanselir Merkel mengunjungi Jakarta pada bulan Juli 2012 dan bersama Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyepakati sebuah perjanjian dasar yang meliput sejumlah tema luas sebagai landasan hubungan kerja sama Jerman-Indonesia yang memiliki beragam wujud dan erat, sebagaimana tertuang dalam „Deklarasi Jakarta “. Kemudian Presiden Yudhoyono melakukan kunjungan kenegaraan ke Berlin dari tanggal 3 hingga 6 Maret 2013. Beberapa kunjungan tingkat menteri di antaranya dilakukan Menteri Luar Negeri Steinmeier pada bulan Oktober 2014, Menteri Pertanian Schmidt pada bulan April 2016 dan Menteri Pembangunan Müller pada bulan Mei 2017 dan telah memperkuat hubungan bilateral ini. Pada bulan September 2015, utusan dari pemerintah Jerman untuk Politik Hukum Asasi Manusia dan Bantuan Kemanusiaan, Christoph Strässer telah mengunjungi Jakarta dan Provinsi Papua. Pada tanggal 18 April 2016, dalam rangka kunjungan kerja di Berlin, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Kanselir Dr. Angela Merkel memperkuat kemitraan yang tertuang dalam „Deklarasi Jakarta“.

Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia merupakan mitra yang penting untuk Jerman dalam dialog mengenai isu keagamaan. „Interfaith Dialogue“ yang keempat antara Jerman-Indonesia dengan perwakilan dari kedua negara dan aneka organisasi masyarakat sipil dan komunitas/perhimpunan agama telah diselenggarakan pada September 2015 di Berlin. Dialog pada tahun 2016 dan 2017 dilengkapi dengan format pertemuan antara gereja, perhimpunan dan masyarakat sipil dan untuk ke depannya sehendaknya diperluas lagi.

Ke awal laman