Willkommen auf den Seiten des Auswärtigen Amts

Pertumbuhan Inklusif

Artikel

Selama 10 tahun terakhir pendapatan per kapita Indonesia telah meningkat menjadi dua kali lipat.

Kelas menengah tumbuh dengan cepat dan angka kemiskinan telah berkurang sepertiganya. Di saat yang sama, Indonesia masih menghadapi banyak tantangan dan resiko. Diantaranya, tingkat pendidikan yang masih sangat rendah, diversifikasi dan tingkat pengolahan ekonomi Indonesia yang rendah dan ketergantungan yang tinggi terhadap ekspor yang sebagian besar berupa bahan mentah yang tidak diolah, infrastruktur yang masih di bawah standar, disparitas pendapatan serta kerentanan sosial yang tinggi dikarenakan belum terpenuhinya sistem jaminan sosial. Hal-hal tersebut menimbulkan resiko menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia (kata kunci: middle-income trap), dimana risiko terhadap kemiskinan terhadap sebagian besar populasi akan semakin meningkat. Lebih lanjut kohesi sosial serta stabilitas juga mengancam.

Pertumbuhan Berkelanjutan & Investasi: Program untuk pertumbuhan ekonomi regional berkelanjutan dan investasi (SREGIP) dalam kerja sama yang erat dengan pihak swasta dan sektor publik mendukung pengembangan rantai nilai secara inklusif dan ekologis– di bidang agrobisnis dan pariwisata – dengan fokus pada 2 proyek percontohan di Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat. Selain meningkatkan iklim usaha dan investasi serta strategi dukungan publik, proyek tersebut membantu pengembangan jasa perusahaan dan mengadaptasi teknologi dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan kelestarian ekologi dari 100 Usaha Kecil Menengah (UKM) dan 5000 petani kecil dan untuk meningkatkan pertumbuhan inklusif ke dalam rantai nilai terpilih. Di tingkat nasional, kerja sama pembangunan Jerman membantu implementasi agenda reformasi pemerintah Indonesia (i) perbaikan iklim investasi, (ii) perbaikan akses pendanaan bagi sektor infrastruktur, (iii) percepatan dan peningkatan transparansi pengadaan pemerintah. Dalam hal ini kerja sama pembangunan Jerman bersama dengan para mitra ikut serta dalam pendanaan program dengan volume besar dibantu dengan jasa konsultasi.

Pendidikan Kejuruan: Fokus kerjasama teknis dan kerja sama finansial adalah pada implementasi program sekolah kejuruan yaitu perbaikan kesempatan kerja bagi lulusannya serta pada implementasi ketenagakerjaannya di beberapa daerah terpilih di Indonesia. Hal ini di dukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, Kementarian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Pemerintah Daerah, 23 Sekolah Kejuruan terpilih serta perusahaan-perusahaan Jerman, internasional dan Indonesia terpilih dalam memperbaiki kualitas, orientasi praktis dari kualifikasi pendidikan dan tata kelola dari sektor kejuruan. Selain konsultasi dan kualifikasi, bantuan ini juga berupa serta pelatihan teknis bagi staf pengajarnya. Sektor swasta memegang peranan penting dalam program ini yang bertujuan memperkuat secara ekonomi dalam kerangka pendidikan kejuruan.

Jaminan Sosial: Kerjasama Pembangunan Jerman membantu Kementerian Perencanaan Indonesia (Bappenas) serta Dewan Jaminan Sosial Nasional dalam mengimplementasikan suatu sistem jaminan kesehatan yang terbentuk pada tanggal 1 January 2014, yang nantinya pada tahun 2019 akan berlaku di seluruh Indonesia. Hal ini terkait erat dengan pembiayaan infrastruktur kesehatan (sistem referensi untuk rumah sakit dan klinik termasuk perlengkapan yang modern) di beberapa propinsi terpilih (dimulai dengan Aceh) untuk meningkatkan jasa kesehatan. Di luar dari itu Kementerian Sosial Indonesia memperoleh dukungan dalam meningkatkan sistem jaminan sosialnya terhadap 3.2 juta keluarga terpilih dan untuk mendesain pengelolaan sarana keuangan secara lebih efisien. Program ini juga akan memberikan kontribusi terhadap penyertaan penyandang cacat ke dalam sistem jaminan sosial serta perbaikan akses bagi mereka terhadap pendidikan kejuruan dan pasar tenaga kerja.

Factsheet Pertumbuhan Inklusif (B.Inggris)

Ke awal laman